Oom, Tante… Antri Dong… Oom, Tante!

Ditulis oleh: Ita Apulina

0
21
Tulisan di depan toilet di kedatangan di KNIA

Beberapa kali bepergian dengan berbagai moda transportasi hal-hal yang berkaitan dengan etiket penumpang atau pengguna transportasi sering menjadi amatan yang menarik. Di semua terminal baik udara maupun darat selalu saja bertemu dengan tingkah penumpang yang mampu membuat terpana tidak percaya.

Saya akan ceritakan 5 hal yang paling sering terjadi dan ini semua benar-benar saya alami atau saksikan sendiri.

1. Antri
Pengalaman terbaru saya soal antri ini terjadi di Bandara Klia Kuala Lumpur. Waktu itu setelah turun dari pesawat, saya dan teman-teman bergegas menuju imigrasi untuk mendapatkan cap di paspor. Anda tahu sendiri, antrian imigrasi di KLIA bukan main padatnya, sehingga jika ingin dapat antrian di depan harus setengah berlari menuju counter imigrasi. Demikianlah yang kami lakukan. Beruntung, kami mendapat antrian di barisan pada urutan pertama, tidak perlu menunggu segera antrian di belakang mengular.

Di tengah antrian yang sudah panjang, tiba-tiba seorang bapak setengah baya bersama 2 orang perempuan berdiri di sebelah saya dan berusaha memasuki barisan. Spontan saya berteriak,” Excuse me! I believe you cut the line!” Dia tidak peduli, untung petugas di area itu mendengar teriakan saya, lalu menarik si bapak dan 2 perempuan itu di baris belakang. Belakangan, ternyata sesama warga Indonesia. Duh!

Pernah juga terjadi di Bandara Kuala Namo. Para penumpang diminta bersiap untuk boarding ke pesawat, sayapun berdiri seperti penumpang lainnya lalu masuk ke barisan untuk pemeriksaan boarding pas. Dua orang perempuan muda, tiba-tiba saja hendak mendesakkan dirinya langsung menuju petugas pemeriksa. lalu saya tegur halus,”Dek, antri dong!” “Iyaaaa…iyaaa….duluan, duluan, takut kalipun,”kata mereka sambil mundur dengan mulut merengut.

Apa tidak malu sama diri sendiri, menyerobot antrian orang lain? Bagaimana kalau antrian kamu misalnya diserobot?

2. Sopan santun
Di semua moda angkutan selalu ada beberapa ptugas yang membantu kelancaran perjalanan. Mulai dari counter hingga pramugari dan pramugara. Di beberapa transportasi, para petugas ini juga melayani kebutuhan makan dan minum penumpang. Mereka berkeliling menawarkan atau membagikan.

Beberapa kali saya saksikan penumpang yang bersikap dan bertutur kata kepada para petugas ini jauh dari konsep kesetaraan. Seolah-olah para petugas ini adalah asisten mereka. Bahkan, paling sering lagi jarang sekali saya mendengar ucapan terima kasih setelah petugas melakukan sesuatu sesuai permintaan penumpang.

Apa tidak malu sama diri sendiri, situ berlagak bossy sama orang yang melakukan tugasnya dengan baik? Coba kalau misalnya atasan anda di tempat kerja atau dimana saja juga melakukan hal yang sama pada anda…

3. Tidak peduli
Beberapa kali pulang ke Medan tepat pada hari besar seperti Lebaran dan Natal, biasanya selalu ada kejadian dimana penumpang tidak memikirkan sesama penumpang lainnya.

Contoh sederhana: bagasi kabin di pesawat. Entah karena memang budaya oleh-oleh begitu melekat pada bangsa ini, sehingga ketika membawa buah tangan kadang-kadang kita lupa bahwa penumpang lainnya juga mempunyai hak yang sama dalam menggunakan bagasi kabin. Sering saya lihat, penumpang yang hanya membawa satu tas sampai tidak punya tempat untuk menyimpan tasnya di kabin karena sudah kehabisan tempat, kalah dengan kotak-kotak bolu dan bika.

Belum lagi, ada penumpang yang dengan sangarnya tanpa merasa bersalah menimpa bagasi orang lain yang berukuran kecil. Padahal, bisa saja isi bagasinya adalah sesuatu barang yang tidak boleh ditimpa.

Apa tidak malu sama diri sendiri, mengambil hak orang lain? Coba kalau misalnya hak anda juga diambil begitu saja oleh orang lain, bagaimana perasaan anda?

4. Tidak beradab di toilet umum
Tahu kan ya, kalau toilet umum di terminal atau bandara dipakai bersama. Di dalam toilet umumnya sudah dilengkapi dengan tempat sampah, kadang ada juga pembersih toilet dan tissue. Ada juga petugas yang membantu menjaga kebersihan dan menyediakan kebutuhan toilet.

Mengapakah para pengguna masih saja tidak mampu membuang kertas tissue ke dalam tong sampah? Apakah kira-kira yang menjadi kendala sehingga begitu sulitnya untuk membuang sampah anda sendiri, bukan sampah orang lain. Bahkan, ada yang tega tidak menekan tombol flush toilet, meninggalkan jejak dan dengan santainya melenggang keluar dari kamar toilet. Apa anda tidak kasihan kepada petugas kebersihan toilet yang mesti digaji untuk menjaga kebersihan, tetapi bukan digaji untuk membereskan kotoran anda?

Saya malu membaca notice di Bandara Kuala Namo yang berbunyi: Terimakasih Inang, sudah menjaga kebersihan toilet! Sebab, sudahpun dipajang besar-besar begitu, tetap saja jorok. Ayolah kawan, mengapa tidak bisa maju selangkah untuk menjaga kepentingan bersama?

5. Seenaknya sendiri
Di semua terminal selalu disediakan ruangan tunggu yang dilengkapi dengan kursi ataupun tempat duduk. Artinya, ruang itu memang disediakan agar penumpang dapat nyaman menunggu giliran keberangkatan.

Tetapi, seringkali ada penumpang yang ingin nyaman tetapi tidak bertanggung jawab. Kursi yang seyogianya bisa untuk berempat hanya bisa untuk satu orang karena yang satu orang tersebut tidur dengan nyamannya. Ada juga yang memborong sekaligus 2 atau 3 kursi karena menempatkan barang bawaannya di atas kursi, tidak perduli kalau masih ada penumpang lainnya yang tidak kebagian kursi.

Belum lagi, ketika selama menunggu si penumpang melakukan aktifitas makan dan minum. Biasanya sampah bungkus makanan dan minuman ataupun sisa makanan dengan riang ditinggalkan begitu saja, padahal setelah itu akan ada orang lain lagi yang menggunakan tempat itu.

Apa tidak malu sama diri sendiri, ketika anda berlaku seenaknya tetapi disisi lain ada orang yang lain yang harus menanggung akibatnya?

******

Saya hanya ingin menggugah kesadaran kita soal hal-hal yang sering kita anggap sepele. hal-hal sepele di atas jika kita lakukan bersama akan memberi dampak yang besar untuk kesejahteraan bersama pula. Please, jangan sungkan memberikan kepedulian dan mengikuti peraturan, yakinlah anda sendiri akan merasa nyaman ketika tidak perlu memikirkan strategi untuk mendapatkan keuntungan sendiri di atas kepentingan umum.