Kini, Rumah Makan Karo Sudah Ada di Penang

0
31

Laporan Ejan Harbona Tarigan dan Loreta Karo Sekali dari Penang (Malaysia)

 

Suatu bangsa maupun suku bangsa bisa terkenal ke seantero dunia oleh karena satu atau beberepa produk bangsa/ suku bangsa itu digemari tidak hanya oleh orang-orang dalam, tapi juga oleh orang-orang di luarnya. Dan, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa/ suku bangsa itu.

Selain sebagai sebuah kebanggaan produk yang merebak ke luar kelompoknya, ini juga memberi citra baik terhadap produk-produk lain dari kelompok asalnya.




Demikianlah Babi Panggang Karo yang sering disingkat dengan BPK yang kebetulan sama dengan singkatan dari Badan Pemeriksa Keuangan. Hingga tahun 1970an, rumah makan orang Karo yang menyediakan hidangan khusus babi panggang hanya terdapat di pasar-pasar tradisional Karo pada hari pasar dan tempat-tempat keramaian lainnya seperti terminal bus dan tempat-tempat perhentian bus jarak jauh. Itupun masih sebatas mengharapkan konsumen yang orang-orang Karo saja.

Pada tahun 1980an, mulai berkembang beberapa rumah makan yang menyebut dirinya Babi Panggang atau Panggang saja di sekitar Padangbulan dan tidak lebih ke tengah daripada Simpang Peringgan atau di depan Konsulat Belgia. Sejak itu pula babi panggang yang diproduksi oleh orang-orang Karo mulai digemari oleh orang-orang non Karo.

Babi panggang bersama cincang-cincang daun ubi (campur jantung pisang, dan kelapa parut).

Para penggemar non Karo yang terutama adalah dari Suku Batak suka menamai rumah makan dari Suku Karo ini dengan Babi Panggang Karo atau mereka singkat BPK untuk membedakannya dengan Rumah Makan Batak. Lama kelamaan istilah BPK ini semakin populer di kalangan warga Medan dari berbagai suku termasuk orang-orang dari Suku Karo sendiri. Para pengusaha rumah makan dari Karo ini pun kemudian menyebutkan usaha mereka Babi Panggang Karo (BPK) ditambah nama khusus dari usaha mereka.

Bila sebelumnya usaha babi panggang hanya menyediakan menu babi panggang, bagian dalam, kidu-kidu, dan cincang-cincang (bohan-bohan), kini masing-masing BPK bisa jadi juga menyediakan masakan khas Karo lainnya seperti gulai ikan emas, gulai ayam, cipera, tasak telu, dan lain-lain.




Sejak di tahun 1990an pula BPK merebak ke mana-mana di luar Medan. Sepanjang Jalan Lintas Sumatra dan Jalan Lintas Jawa bertabur rumah makan Karo atau Babi Panggang Karo. Demikian juga di banyak kota di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Pekanbaru, Jambi, Palembang, Jakarta, Bandung, Bogor, Jogjakarta, Surabaya, dan Den Pasar.

Babi Panggang Karo tidak hanya mengalahkan Rumah Makan Batak yang dikembangkan oleh orang-orang dari Suku Batak, bahkan banyak orang-orang dari Suku Batak yang membuka usahanya dengan nama usaha Babi Panggang Karo. Rumah makan seperti ini biasanya juga menyediakan beberapa hidangan khas Batak. Tapi, para konsumennya yang orang-orang Batak masih dapat membedakan dengan baik antara masakan Batak dengan masakan Karo.

Pengusaha BPK Panggang Karo Mida beru Meliala) sedang menikmati gulai ikan emas)
Mida berpose di BPK Panggang Karo saat tidak ada tak ada tamu

Lebih mengagumkan lagi, seperti halnya toko-toko emas milik orang Karo yang semakin menguasai pasar kota-kota besar di Sumatra Utara khususnya Medan, Binjai, Kabanjahe, Sidikalang, dan Siantar, yang dulunya sangat didominasi oleh orang-orang Tionghoa, kini Babi Panggang Medan yang sempat tenar dulu semakin layu oleh ketenaran Babi Panggang Karo. Bahkan orang-orang Tionghoa semakin banyak menggemari BPK.

 

Baru-baru ini, berita mengejutkan datang dari Malaysia. Ternyata di sana pun sudah berdiri sebuah rumah makan yang menamakan dirinya BPK Panggang Karo. Nama usaha BPK ditambah Panggang Karo langsung mengindikasikan Babi Panggang Karo tapi tidak menyebut Babi agar tidak menyolok dipandang mata, apalagi di daerah mayoritas penduduknya muslim.

Pengusahanya adalah seorang putri Karo. Namanya Mida beru Sembiring Meliala, berasal dari Kuala (Kabupaten Langkat alias Karo Hilir). Dia kawin dengan seorang pria Tionghoa dari Penang.




Meski namanya BPK Panggang Karo, rumah makan milik Mida yang baru buka 29 Agustus 2017 baru lalu menyediakan berbagai makanan khas Karo atau yang biasanya digemari orang-orang Karo.

Di bawah ini adalah daftar menu lainnya selain Babi Panggang Karo:

  • Ikan mas arsik
  • Lemang-lemang (ayam gule dengan kentang)
  • Lomok-lomok babi
  • Umbut dengan tulang babi gule
  • Tubis (rebung) dengan tulang babi
  • Daun ubi

 

Adanya rumah makan Karo ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang-orang Karo yang sedang tinggal di Penang. Banyak orang Karo yang bekerja di sini. Baru-baru ini mereka telah sukses melaksanakan acara temu kangen (muro ate tedeh) kampung halaman dan sekarang baru saja dibuka rumah makan Karo di Penang. Bisa dikatakan, inilah rumah makan Karo yang pertama menembus batas negara.

Prospek rumah makan ini lumayan cerah. Selain banyak warga Karo yang bekerja di Penang, orang-orang Karo adalah wisatawan kesehatan yang paling banyak datang ke Penang untuk berobat maupun sekedar periksa kesehatan di salah satu rumah sakit di sini.

Tak aneh bila kita berjalan di Penang dan tiba-tiba saja mendengar serombongan orang berjalan sambil berbicara dalam Bahasa Karo. Bahkan kadang-kadang terlihat ada ibu-ibu yang mengunyah sirih atau nontil (menyuntil) yang menampakkan ciri khasnya sebagai orang Karo.

Adapun alamat BPK Panggang Karo:

Lorong Relau 2.
Bukit jambul
Penang, Malaysia.