Laporan:

Yessi Veronika br Angkat

dari Amsterdam

 

Pertengahan Oktober bulan lalu adalah 2 hari terhangat terakhir di Belanda. Suhu udara saat itu berkisar 20º sampai 22º C, padahal suhu normal di bulan Oktober biasanya di bawah 20º C.

Kesempatan langka ini biasanya langsung dimanfaatkan warga Belanda secara maksimal. Sangat dimaklumi, karena Oktober sudah Musim Gugur dan cuaca biasanya kurang bersahabat.




Kamipun tidak mau ketinggalan. Hari itu aku dan suami sepakat untuk berjalan-jalan di hutan menikmati keindahan musim gugur. Sejauh mata memandang, sejauh itu pula warna-warni Musim Gugur menghiasi hutan. Daun-daun berubah warna mulai dari hijau tua kekuningan sampai merah merona. Matahari yang bersinar di balik dedaunan itupun membuat warna-warnanya makin berkilau.

Gemericik daun-daun kering di sepanjang jalan kecil memecah kesunyian hutan.

Sekali-sekali kami berpapasan dengan penikmat alam lainnya dengan anjing-anjing kesayangan mereka. Tak sengaja aku melihat tumbuhan imut berwarna merah berbintik-bintik putih diantara daun-daun kering kecoklatan.

Ahaaa… jamur cantik !! Senang banget liat warnanya yang merah merona, ada juga yang berwarna merah tua agak oranye. Aku kira jamur ini hanya imajinasi di cerita anak, seperti “Kabaouter”. Jamur ini juga salah satu icon sebuah taman hiburan di sini, yaitu “Elfteling”, dimana pengunjung bisa mendengar musik dari dalam jamur ini dan duduk di atasnya.

Eh…. ternyata benaran tumbuh di hutan. Jamur payung ini bernama Amanita Muscaria atau lebih dikenal lagi dengan fly amanita. Tapi, jujur, akupun baru mengenalnya.

Salah satu jamur beracun walaupun tidak mematikan seperti dugaan masyarakat selama ini. Lebar tudung atau payung jamur ini diperkirakan berukuran 5-15 cm dengan daging dan batang berwarna putih. Bintik-bintik putihnya bisa hilang apabila hujan turun deras.

Jamur ini tumbuh pada bulan Juli sampai akhir musim gugur. Senyawa halusinogen dalam jamur ini yang bisa mengakibatkan halusinasi. Konon, jamur ini adalah salah satu minuman keras di Siberia, digunakan untuk acara ritual oleh kelompok masyarakat tertentu di berbagai benua.