Kolom Edi Sembiring: SI GULA BATAK DAN KUDA BATAK

0
3

Ada yang mengajukan argumen nama “Gula Batak” untuk membuktikan Karo itu Batak. Ini jelas keblinger. Ini sesat pikir.

Pusat perdagangan hasil bumi sebelum sampai ke Medan adanya di Sibolangit. Ada penjual gula, pete, manggis, durin, tembikar tanah, parang hingga pewarna pakaian berwarna indigo.

Kata Batak untuk menandai bahwa gula itu berasal dari pedalaman. Melayu adalah sebutan untuk Orang Pesisir dan Batak untuk sebutan Orang Pedalaman. Semua yang non Melayu dicap Batak bahkan sempat termasuk Nias, Alas dan Gayo.

Sama hal dengan kuda yang diberi nama ras Batak Pony. Kuda ini awalnya berasal dari pedagang Tamil, Mogol dan Arab yang masuk ke Barus.







Sampailah ke Dataran Tinggi Karo dan Samosir. Diternakkan di Karo dan juga padang rumput di Pulau Samosir. Karo dan Samosir adalah pusat penghasil Kuda. Dibawa dari Samosir saat muda ke Tongging dan dibesarkan. Lalu dijual ke daerah Karo, tempat perdagangan kuda terbesar yaitu di Tiga Belawan dekat Siberaya dan Tiga Deraya (Jeraya) dekat Surbakti.

Lalu dibeli dan dijual oleh orang Karo, dibawa melalui pelabuhan Belawan menuju Penang. Kala itu Penang membutuhkannya sebagai sarana transportasi pertambangannya.

Catatan dalam sebuah laporan kolonial resmi Ingggris tentang hadirnya pendatang Karo di Penang tahun 1835 barangkali perlu dikaitkan dengan perdagangan kuda itu (Nagata, 1981, hlm. 101). Mengenai pendatang dari pedalaman utara Sumatera di Semenangjung Melayu, Moor mencatat bahwa tahun 1830-an terdapat pelayan Karo di Melaka (Moor, Notices of Indian Archipelago, Singapura, 1837, hlm. 117).

Mereka erbulawan sebelum menuju Penang. Menurut sebuah tradisi tempatan, di Belawan dahulu terdapat sebuah keramat tempat pedagang dari pedalaman yang akan menjual kuda ke Pinang bersumpah bahwa ia tidak akan menipu sesamanya (lihat E. McKinnon, 1984, hlm.16). Di samping itu juga perlu dicatat bahwa nama tempat Belawan ini juga terdapat di dekat sungai Belawan.

Pedagang Karo kelak kembali dengan membawa banyak dagangan yang kemudian dijual secara eceran dengan berkeliling dari kampung ke kampung. Perak atau pun mata uang yang dibawa dari Penang dilebur jadi perhiasan berharga.




Lalu kembali ke Gula Batak dan Kuda Batak Pony. Apa yang dapat disimpulkan? Kesimpulannya : Batak hanya penanda sebagai daerah pedalaman.

Kalau diartikan Gula Batak adalah Gula yang dibuat oleh orang Batak, apakah Ras Kuda Batak juga dapat disebut Kuda dengan ras Batak? Apakah mau? Tentu tidak. Tidak ada hubungan ras antara manusia dengan hewan.

Ada dikenal ras anjing Berastagi. Bulunya lebat. Ini hanya mau menunjukkan bahwa anjing itu berasal dari daerah sekitar Berastagi. Dan tidak ada hubungan dengan orang Berastagi.

Foto-foto: Memperkenalkan Siska Veronika beru Tarigan