Medan Kota Wisata Banyak Suku. Makanannya …. Di Sinilah Dia

0
6

NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Sebagai kota nomor 3 terbesar di Indonesia, Kota Medan memiliki potensi  wisata yang cukup banyak dan dapat dinikmati, mulai dari wisata kuliner, sejarah dan budaya, religi serta MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhubition). Untuk mendukung kemajuan kepariwisataan di Kota Medan, Pemko Medan terus  melakukan pembenahan, salah satunya masalah infrastruktur.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) ketika menghadiri acara  Welcome Dinner Medan Fam Trip 2017 di Hotel Grand Mercure  Jl. Perintis Kemerdekaan (Medan) [Kamis 7/12: Malam].

Khusus untuk wisata kuliner, wali kota mengatakan, wisatawan dapat menikmati berbagai sajian kuliner yang beragam. Dikatakannya, keberagaman ini tidak terlepas dari banyaknya etnis dan budaya yang berdiam di Kota Medan. Kondisi itu membuat masing-masing etnis memiliki kuliner khas daerahnya masing-masing.







Di Kota Medan  saat ini, jelas Wali Kota, memiliki pusat kuliner  seperti Merdeka Walk, Pagaruyung, Jl. Wajir, Ucok Durian, dan masih banyak lagi.

“Itu sebabnya di Kota Medan hanya memiliki dua rasa kuliner yaitu enak dan enak sekali,” kata  Walikota.

Selain Wisata Kuliner bilang  Wali Kota, Kota Medan juga memiliki wisata sejarah dan budaya seperti Istana Maimun  yang merupakan peninggalan Kesultanan Deli  dan sampai saat ini masih terus dirawat  serta kini menjadi cagar budaya. Di samping itu ada juga rumah rumah Tjong A Fie yaitu rumah seorang keturunan Tionghoa yang memiliki pengaruh besar di Kota Medan pada masa dulu.

Sedangkan untuk Wisata MICE, Wali Kota memaparkan, Kota Medan saat ini tengah dilirik sebagai tempat penyelenggaraan berbagai event baik  berskala nasional maupun internasional. Hal ini karena didukung fasilitas perhotelan dan balai pertemuan yang berstandart international.

Untuk mendukung  pariwisata di Kota Medan, Wali Kota mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemko Medan, salah satunya dengan melakukan berbagai perbaikan infrastruktur  seperti jalan maupun membangun jalur pendestrian.




“Fasilitas ini, terutama jalur pedestrian  tengah kami perbaiki dengan tujuan supaya masyarakat dan wisatawan nyaman menikmati kota Medan dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Terkait dengan kehadiran para peserta Medan Fam Trip 2017, Wali Kota pun mengucapkan selamat datang di Kota Medan. Dia berharap  selama berlangsungnya event inji, para peserta dapat menikmati berbagai wisata yang ada di Kota Medan.

“Selamat datang di Kota Medan, kota berbilang kaum yang kaya akan budaya,” sambutnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Asosiasi Perusahaan Perjalanan  Wisata Indonesia (DPD ASITA ) Sumut  Solahudin NST SE MSP selaku penyelenggara Medan Fam Trip 2017, event ini tidak hanya di ikuti oleh peserta dari dalam negeri saja, melainkan juga dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Kamboja.

 

Solahuddin menjelaskan, para peserta nantinya akan diajak berkeliling Kota medan untuk mengenal lebih jauh wisata yang ada di Kota Medan seperti heritage, kuliner maupun MICE. Hal itu dilakukan guna  memperkenalkan keberagaman wisata yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.

“Wisata yang terbaru adalah hutan mangrove di kawasan Medan Utara. Untuk itu kita akan mengajak para peserta untuk tour ke sana sehingga mereka bisa melihat langsung. Selain hutan magrove, mereka juga akan menyaksikan peternakan ikan yang ada di Kampung Nelayan dan kapal pembangkit listrik,” jelas Solahudin.

Selanjutnya melalui event ini, Solahudin berharap para peserta dapat menjadikan perjalanan wisata ini menjadi paket wisata yang nantinya ditawarkan kepada para turis baik dari dalam maupun luar negeri  untuk datang mengunjungi Kota Medan.