SISKA V. TARIGAN. TANJUNBG MERAWA. GBKP Runggun Salam Tani (Kecamatan Tanjung Merawa, Kabupaten Deliserdang) Klasis Lubuk Pakam mengadakan Natal umum runggun (Sabtu 16/12 dan Minggu 17/12]. Natal tahun ini sangat berbeda dari biasanya.

Kali ini acaranya dilakukan di jambur belakang gedung gereja. Pohon Natalnya juga berbeda kali ini.

Karena runggun ini hanya memiliki 1 pohon natal yang sudah terpasang di gedung gereja, maka ada ide baru dari Detaser Riosa br Sembiring STh untuk membuat pohon Natal dari uis beka buluh (kain tenunan tradiinal Karo).







Awalnya jemaat tidak merespon ide ini karena dianggap sia-sia saja. Tapi 3 hari sebelum perayaan, seluruh anggota jemaat ikut berpartisipasi untuk membuatnya. Maka dikumpulkanlah uis beka buluh dari rumah ke rumah. Tidak susah mengumpulkan 20 helai uis beka buluh karena setiap keluarga memilikinya paling tidak satu helai.

Penulis kanan) bersama Detaser Riosa br Sembiring STh kiri) yang menjadi inspirator pohon Natal dari uis beka buluh.

Setelah pohon natalnya jadi, ternyata digunakan sebagai tempat selfie pula bagi para jemaat dan undangan. Banyak orang terkagum melihat pohon natal itu. Pendeta yang datang untuk berkhotbah pun ikut memuji pohon natal itu.

Makna dari pohon natal itu sendiri adalah menandakan bahwa kita Suku Karo. Suku Karo yang bangga akan budayanya dan kemandiriannya.