Fotografi Karo: PANEN SAYUR DI KARO GUNUNG

0
7

Oleh: Siska V. Tarigan

 

Foto-foto ini dijepret bulan 10 Juli 2017 lalu di sebuah ladang Desa Ujung Sampun (Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo).

Kami pergi ke ladang mama (paman yang saudara ibu) memanen daun sop dan bawang pre untuk dijual ke pasar di Berastagi. Ini sekaligus pengalaman pertama buatku memanen sayuran. Selama ini tahunya memasak dan memakan sayuran meskipun pekerjaan bertani, khususnya menanam pagi sawah, bukanlah pekerjaan asing bagiku.







Setelah dipetik, daun sop dan pre kemudian dicuci dengan air. Ternyata, saat mencucinya ini, mata menjadi perih dan tangan gatal-gatal.

Kebetulan pula saat itu harganya sangat murah. Mami (istri dari paman itu) menjualnya ke para pengecer di Pasar Berastagi dengan harga hanya Rp 2 ribu/ ikat. Ada 2 keranjang sayuranlah saat itu.

Sebuah pelajaran hidup dari sini, ternyata susah mencari nafkah sebagai petani sayuran. Apalagi jika tidak sebanding pendapatan dengan biaya yang sudah dikeluarkan untuk menanam dan merawat tanaman serta ongkos membawanya ke pasar. Udah capek, sakit pinggang, mata perih, terus tanaman yang kita panen tidak mendapatkan harga jual yang layak. Setidaknya mengembalikan modal pun kurang.

Kalau aku, tidak sangguplah bertani sayur begitu. Sudah udaranya dingin (daerah Dataran Tinggi Karo sekitar 1.300 meter DPL). Pegang-pegang air pula selama berjam-jam dan airnya dari pegunungan pula. Bisa masuk angin dibuatnya.

Salutlah kepada para petan Taneh Karo. Mereka sangat gigih mencari nafkah demi kelanjutan hidup keluarga dan pendidikan anak-anak. Siugapana pe igengken.